Rabu, 29 November 2017

Wiro Sableng #108 : Hantu Muka Dua

Wiro Sableng #108 : Hantu Muka Dua Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : PETUALANGAN WIRO DI LATANAHSILAM

KURA-KURA raksasa itu tengah melayang pesat ke arah utara dan siap menukik menuju satu kawasan di mana terletak sebuah goa disebut Goa Pualam Lamerah. Mendadak binatang ini keluarkan suara menguik keras. Di bawah sana, dari kelebatan rimba belantara tiba-tiba melesat satu cahaya putih. Kalau saja penunggangnya tidak cepat bertindak, menarik kepala kura-kura ke belakang niscaya kepala binatang itu akan hancur!

"Ada pembokong jahat di dalam rimba!" kata si penunggang kura-kura raksasa dengan rahang menggembung dan mata melotot tak berkesip. Dia adalah seorang gadis berparas cantik, rambut digulung di atas kepala, mengenakan pakaian berwarna Jingga. Gadis ini rundukkan kepalanya lalu berbisik pada binatang tunggangannya. "Laecoklat, lekas kau melayang turun ke arah timur lalu berballk dan terbang ke jurusan datangnya cahaya serangan tadi...."

Seolah mengerti kura-kura raksasa bernama Laecoklat itu kepakkan sayapnya demikian rupa hingga tubuhnya berputar ke arah timur. Di satu tempat kurakura terba
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #108 : Hantu Muka Dua Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 20 November 2017

Bermain Monopoli

Bermain Monopoli Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Monopoli!” ayo kita bermain monopoli, ayo! Siapa takut ya gak Zahra!, ayo bangun”
“Sekarang kamu mau yang warna apa?

“Zahra berkata: kalau aku kuning deh”
“Nadya Berkata: kalau aku biru aja deh”
“Fachri Berkata: kalau aku merah aja deh
“Froza berkata: kalau aku hijau atau putih atau hitam ya
“ya ampun, celetus Andika! Lama banget itu aja lamanya minta makan”
“waduh, sama kayak nya nih orang yah huh, kata Zahra, monopoli ya punya siapa dia pula yang sibuk huh”
“Froza berkata: kalau aku hijau aja deh
“Andika berkata: kalau aku putih aja deh
“Raysa berkata: kalau aku jingga
“ya ampun!, mana ada jingga, celetuk Nadya! kamu nih sama aja kayak Froza”
Raysa: ya sudah aku pilih hitam deh’

“lalu bagaimana lagi permainan’nya, Zahra? Kan kamu yang punya kamu tahu?”
Zahra: ya ampun kalian baru pertama ya sudah deh sekarang aku
... baca selengkapnya di Bermain Monopoli Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Rabu, 01 November 2017

Kho Ping Hoo - BKS#07 - Pendekar Super Sakti

Kho Ping Hoo - BKS#07 - Pendekar Super Sakti
 Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1Pendekar Super Sakti

Seri : Bu Kek Siansu #07

Karya : Asmaraman S Kho Ping Hoo

Anak laki-laki berusia kurang lebih sepuluh tahun itu mengintai dari kaca jendela dengan muka marah, mata merah dan gigi berkerot saking marah dan sedihnya menyaksikan keadaan di ruangan dalam rumah gedung ayahnya. Ruangan itu luas dan terang-benderang, suara tetabuhan musik terdengar riuh di samping gelak tawa tujuh orang pembesar Mancu yang sedang dijamu oleh ayahnya. Dari luar jendela ia tidak dapat menangkap suara percakapan yang diselingi tawa itu karena amat bising bercampur suara musik, akan tetapi menyaksikan sikap ayahnya terhadap para tamu pembesar itu, anak ini menjadi marah dan sedih. Ayahnya bicara sambil membungkuk-bungkuk, muka ayahnya yang biasanya bengis terhadap para pelayan dan angkuh terhadap orang lain, kini menjadi manis berlebih-lebihan, ter­senyum-senyum dan mengangguk-angguk, bahkan dengan kedua tangan sendiri me­layani seorang pembesar yang brewok tinggi besar, menuangkan arak sambil membungkuk-bungkuk.

Ayahnya yang dipanggil ke kanan kiri oleh para pembesar, menjadi gugup dan kakinya tersandung kaki meja, guci arak yang dipegangnya miring, isinya tertumpah dan sedikit arak menyiram celana dan sepatu seorang pembesar lain yang bermuka kuning. Anak itu dari luar jen­dela melihat betapa pembesar ini melototkan mata, mulutnya membentak-bentak dan tangannya menuding-nuding ke a
... baca selengkapnya di Kho Ping Hoo - BKS#07 - Pendekar Super Sakti Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1